"Mohon Maaf Lahir dan Batin" merupakan frasa khas Indonesia yang sering diucapkan atau dituliskan saat bersilaturahmi dengan keluarga dan sahabat. Makna "maaf lahir" berarti memohon maaf atas aktivitas fisik yang kita lakukan pada orang lain baik dalam bentuk tindakan dan verbal. Sedangkan, "maaf batin" berarti memohon maaf atas akibat dari aktivitas fisik seperti perasaan kecewa, marah, angkuh, dll. Kita akan fokus membahas "maaf batin" dalam tulisan ini. Menurut dr. Aisyah Dahlan, emosi atau perasaan memiliki tingkatan (level emosi). Saat kita memaafkan secara batiniah, berarti kita kemungkinan berada dalam tiga level yang berbeda yaitu menerima, damai, dan pencerahan. Ketika kita memberikan maaf, kita tidak dapat mengukur level maaf tersebut dalam level menerima atau level damai atau level pencerahan. Satu-satunya cara untuk melihat tingkatannya adalah melalui pengukuran gelombang otak. Berbeda dengan tangga emosi dr. Aisah Dahlan, menurut Da...
Akuntansi. Perpajakan. Jurnal Harian