Materialitas adalah kesalahan
yang diukur oleh auditor sebagai inakurasi yang akan mengarah pada salah saji
tahunan untuk menunjukkan kewajaran laporan keuangan dan citra perusahaan (ISA
320).
Tingkat materialitas diukur melalui total aset, turnover, dan gross result. Pendekatan Ilmiah yang digunakan dalam penelitian ini adalah Literatur dari praktik materialitas dan resiko audit domestik, eropa, dan internasional. Teknik analisis data yang digunakan adalah dokumentasi, perbandingan, analisis, sintesis dan studi kasus.
Lebih lanjut, pada penelitian ini mempelajari ISA, and norma audit minimal, penelitian audit keuangan oleh Penulis asing dan Roma. Studi kasus yang digunakan adalah Romanian legal person SC Everest SA untuk studi kasus. Resiko audit adalah resiko yang auditor kemukakan dalam opini audit saat laporan keuangan terdistorsi secara signifikan (ISA 400). Dalam penentuan resiko audit, resiko audit dinilai berdasarkan hasil uji validitas pendapat materialitas melalui saldo akun, jenis transaksi, dan presentasi informasi untuk melakukan prosedur analitis dan sampling. Sebuah resiko audit harus menunjukkan potensial, artinya resiko yang tidak terbatas pada unit ekonomi. Resiko yang potensial harus diturunkan pada tingkat minimum yang dapat diterima.
Tingkat materialitas diukur melalui total aset, turnover, dan gross result. Pendekatan Ilmiah yang digunakan dalam penelitian ini adalah Literatur dari praktik materialitas dan resiko audit domestik, eropa, dan internasional. Teknik analisis data yang digunakan adalah dokumentasi, perbandingan, analisis, sintesis dan studi kasus.
Lebih lanjut, pada penelitian ini mempelajari ISA, and norma audit minimal, penelitian audit keuangan oleh Penulis asing dan Roma. Studi kasus yang digunakan adalah Romanian legal person SC Everest SA untuk studi kasus. Resiko audit adalah resiko yang auditor kemukakan dalam opini audit saat laporan keuangan terdistorsi secara signifikan (ISA 400). Dalam penentuan resiko audit, resiko audit dinilai berdasarkan hasil uji validitas pendapat materialitas melalui saldo akun, jenis transaksi, dan presentasi informasi untuk melakukan prosedur analitis dan sampling. Sebuah resiko audit harus menunjukkan potensial, artinya resiko yang tidak terbatas pada unit ekonomi. Resiko yang potensial harus diturunkan pada tingkat minimum yang dapat diterima.
Tujuan penelitian ini adalah:
1.
Menggali
aspek teoretis dalam menghitung materialitas dalam audit keuangan (menetapkan
hubungan antara materialitas dan audit keuangan)
2.
Mengembangkan
contoh praktik perhitungan materialitas dan resiko audit pada entitas
3.
Berkontribusi
pada fondasi teoretis terkait materialitas dan resiko audit, mendefinisikan
materialitas dan resiko audit, mengidentifikasi referensi berbasis
materialitas, identifikasi kategori resiko audit
CRITICAL
REVIEW
Ana Maria Joldos, Ionela Cornelia
Stanciu, Gabriela Grejdan (2010)
Pillars
of the Audit Activity: Materiality and Audit Risk
Menurut ISA 400, resiko terdiri dari tiga jenis resiko:
a.
Resiko
inheren: susceptibility dari saldo akun atau kategori transaksi terhadap
inakurasi informasi yang dapat signifikan secara individual atau akumulasi
erroneous information dari saldo atau transaksi, tanpa internal kontrol;
b.
Resiko
kontrol: inakurasi pernyataan dalam saldo akun atau kategori transaksi yang
signifikan secara individu atau akumulasi dari saldo atau tranksaski, tidak
dapat dicegah atau dideteksi dan diteliti oleh sistem akuntansi dan internal
kontrol;
c.
Resiko
Deteksi: resiko prosedur dalam mendeteksi inakurasi informasi dalam saldo akun
atau kategori transaksi atau akumulasi informasi dari saldo atau transaksi.
Resiko dimana auditor
tidak dapat mendeteksi error tergolong sebagai Resiko inheren dan resiko
kontrol tidak dapat dikendalikan oleh auditor. Sedangkan, resiko laporan
keuangan memuat kesalahan merupakan resiko deteksi dapat dikontrol auditor
melalui pemilihan dan implementasi uji
kontrol atas pernyataan tertentu yag akan dievaluasi. Resiko audit dapat
ditentukan berdasarkan kuantitas/persentase sesuai kualitasnya. Resiko audit yg
dapat diterima kurang dari 5%, hasil tingkat assurance level 95%. Oleh karena
itu, jaminan audit terendah adalah 95%.
Analisis Penelitian
melalui analisis aktual entitas yaitu Everest company. Berdasarkan hasil
penelitian, terdapat beberapa tahapan awal yang dilakukan dalam mengukur
materialitas dan resiko audit:
a.
Menetapkan
materialitas melalui modal ekuitas, laba, dan perputaran.
b.
Menentukan
resiko audit:
a.
Resiko
inheren umum atau resiko inheren khusus
b.
Resiko
kontrol dan resiko deteksi
c.
Menentukan
indikator materialitas
a.
Mengambil
3 tahun terakhir (2007-2009)
b.
Mengukur
total aset
c.
Materialitas
ditetapkan di awal untuk menentukan ukuran sampel dan apakah jurnal penyesuaian
diperlukan.
Selanjutnya, resiko audit ditelusuri
lebih lanjut melalui tiga tahapan, yaitu:
a.
Menentukan
resiko inheren umum
a.
Membuat
daftar cek resiko inheren
Pertama-tama,
sebelum membuat daftar cek resiko inheren, auditor terlebih dahulu menguji
resiko inheren lingkungan. Setelah itu, auditor membuat klasifikasi klien
(tinggi, rata2, rendah, sangat rendah) yang diisi oleh komite audit melalui
sistem efisiensi komputer manajerial.
Pada kasus Everest company, perusahaan memiliki kompetitor yg terbatas dan
perusahaan memiliki klien penting pada skala nasional dan internasional. Sehingga,
resiko bisnis dapat dikatakan sangat rendah. Audit Everest Company ini
merupakan consecutive financial year
audited oleh perusahaan audit yang sedang diteliti oleh penulis. Sehingga, kami
mengambil keuntungan dari hasil audit dari auditor sebelumnya, kami menyatakan
bahwa laporan audit Everest Company bebas resiko. Namun, seharusnya auditor
Everest Company tidak mengandalkan hasil laporan audit tahun sebelumnya yang
menyatakan bahwa perusahaan bebas resiko.
b.
Menentukan
resiko inheren, resiko control dan resiko deteksi yang spesifik
b.
Menentukan
resiko inheren khusus
Resiko inheren khusus adalah kesalahan
sistem terletak pada manual. Sehingga, akuntan seharusnya bertanggungjawab
secara profesional terhadap divisi yg tidak dilatih dengan baik. Setelah
memastikan bahwa kesalahan sistem manual tidak ditemukan, selanjutnya auditor menentukan
apakah kesalahan dalam bagian yg berbeda dari populasi atau siginifikan terhadap
laporan keuangan. Hal ini merupakan desain pengujian alternatif untuk mengembangkan
informasi tambahan. Jika terdapat kesalahan yang ditemukan, proyeksikan
kesalahan dalam sampel untuk mendapatkan hasil proyeksi kesalahan terhadap
populasi. Namun, perlu diiingat proyeki hanya dibuat untuk sisa populasi.
c.
Kesalahan
diproyeksikan
Jika kesalahan siginifikan, maka auditor
meminta klien untuk menginvestigasi kesalahan atau potensi kesalahan. Kemudian,
lakukan pengujian alternatif untuk mendapatkan kesimpulan akurat.
Data akuntansi audit
dibutuhaan untuk menentukan jika informasi yg ada merefleksikan akurasi
kejadian ekonomi yang terjadi. aturan yg ditetapkan merupakan GAAP. pengalaman
auditor dibutuhkan dalam menginterpretasi bukti audit.Pentingnya menentukan
band resiko dan materialitas merupaan dasar tujuan audit. penalaran profesional
dan pengalaman memainkan peran penting dalam tujuan audit. Menetukan metode
bersifat subjektif. elemen yg signifikan akan ditentukan oleh auditor
berdasarkan pengalaman dan faktor lainnya dan terukur sebagai relatif penting
dan pada proses pengenalan entitas.
Komentar
Posting Komentar