Tujuan
penelitian ini adalah meningkatkan pemahaman proses pengambilan keputusan
selama audit dan memahami masalah potensial yang telah tertangkap dalam audit
sektor publik. Oleh karena itu, Auditor bertanggung jawab atas kesimpulan audit
yang ia buat atas laporan pemerintah. Perubahan standar akuntansi publik akan
menimbulkan kenaikan/penurunan materialitas dan akan memengaruhi kesimpulan
auditor.
Judul: A Study of The Effects of Accountabilitiy and Engagement Risk on Auditor Materiality Decisions in Public Sector Audits
Hubungan prinsipal-agen dapat memengaruhi audit dalam dua cara yaitu:
Judul: A Study of The Effects of Accountabilitiy and Engagement Risk on Auditor Materiality Decisions in Public Sector Audits
Hubungan prinsipal-agen dapat memengaruhi audit dalam dua cara yaitu:
a. Teori administrasi publik
mengindikasikan keuntungan tidak langsung dan lemahnya pengendalian atas
investasi mendorong pemilik entitas pemerintah (wajib pajak) untuk meminta
akuntabilitas pendanaan yang lebih baik. Peningkatan ini mengarahkan auditor
untuk memerlukan jaminan tambahan bahwa laporan keuangan disajikan secara
wajar. Kemudian, jaminan ini memerlukan auditor untuk menurunkan tingkat
materialitas selama audit dan kesimpulan audit saat keputusan laporan audit
sedang dibuat.
b. Teori audit mengindikasikan bahwa
beberapa hubungan agen-prinsipal membebankan resiko yang lebih besar dibanding
lainnya. Faktor lingkungan dapat membebankan resiko pada wajib pajak sebagai
prinsipal dan auditor sebagai agen prinsipal/wajib pajak. Resiko ini mendorong
auditor untuk meningkatkan pengujian dan/atau menurunkan level materialitas
pengujian audit dan pelaporan untuk mengurangi resiko terikat menuju tingkat
yang dapat diterima.
Pada
teori administrasi publik dan teori audit, prinsipal adalah masyrakat.
Sedangkan, agen adalah entitas pemerintah. Sehingga, prinsipal memerlukan pihak
auditor untuk memberikan pendapat atas kewajaran laporan keuangan pemerintah
sebagai bentuk tugas pemerintah. Namun, resiko atas hasil laporan audit
pemerintah tetap ditanggung oleh masyarakat. Sehingga, hubungan prinsipal-agen
kurang tepat dalam menggambarkan hubungan antara pemerintah dan masyarakat
karena agen (permerintah) tidak menanggung resiko secara langsung karena
auditor akan menurunkan materialitas dan resiko terikat pada level yang dapat
diterima oleh masyarakat.
Terdapat
biaya agensi yang tinggi dan komponen akuntabilitas berhubungan dengan ukuran
entitas karena entitas tumbuh, menarik perhatian publik, media, dan grup
kepentingan publik. Karena masyarakat secara individual tergolong sebagai wajib
pajak, pengguna jasa, kreditor, analis keuangan, calon
kreditur/investor/pendonor, dan agen pemerintahan. Sehingga, auditor cenderung
memodifikasi laporan atas perubahan prinsip akuntansi harus secara langsung
dihubungkan dengan ukuran entitas.
Hipotesis
1: Level materialitas independen terhadap akuntabilitas yang diproksikan
melalui ukuran entitas
Sebagai
tambahan untuk akuntabilitas publik, saat hasil uji resiko terikat tinggi,
proses audit dapat dimodifikasi dalam mengadaptasi resiko tambahan.
Hipotesisnya adalah resiko terikat bervariasi atas modifikasi probabilitas
laporan audit untuk merubah prinsip
akuntansi.
Hipotesis
2: Tingkat materialitas independen terhadap resiko terikat, diproksikan melalui
tingkat utang.
Variabel
independen dalam penelitian ini terdiri dari:
1. Ukuran entitas (S): pendapatan entitas
dalam tahun adopsi GASB Statement 16
2. Resiko bisnis klien (CBR): tingkat
utang lebih rendah/ lebih tinggi (Aa/Aaa)
Variabel
kontrol dalam penelitian ini:
1. Nilai dolar pada saat adopsi GASB
Statement 16 (V): utang dibagi dengan total aset
2. Resiko audit (AR): entitas diaudit
oleh auditor big-six/non-big-six.
Pengadopsian
GASB Statement 16 berdasarkan akhir tahun fiskal dan keputusan adopsi awal,
umumnya entitas yang diambil adalah yang telah mengaodpsi GASB selama empat
tahun pelaporan keuangan. Pengiriman surat dilakukan sebanyak tiga kali dengan
jumlah total sampel adalah 44 entitas (10 rumah sakit dan 34 universitas yang
mengadopsi GASB Statement 16). Setiap penambahan nilai aset atas perubahan
prinsip akuntansi menunjukkan signifikansi positif terhadap probabilitas modifikasi
laporan audit. Perubahan nilai dari prinsip akuntansi diukur melalui persentase
total aset, secara signifikan berpengaruh terhadap penerimaan modifikasi
laporan audit. Setiap penambahan nilai dolar atas utang ini menunjukkan
signifikansi negatif terhadap probabilitas modifikasi laporan audit. Hal ini
menunjukkan bahwa semakin tinggi resiko klien maka modifikasi laporan audit
ikut menurun. Namun, hasil penelitian ini sulit menyimpulkan bahwa auditor
menggunakan resiko terikat sebagai faktor dalam menentukan tingkat materialitas
di entitas audit pemerintahan.
Kesimpulan
pada penelitian ini adalah terdapat variasi probabilitas auditor memodifikasi
laporannya yang berhubungan dengan penggabungan akuntabilitas dalam keputusan
materialitas. Bukti mengenai resiko terikat sebagai pengaruh keputusan
materialitas audit adalah moderat secara signifikan, tetapi tidak terdapat
penjelasan yang meyakinkan tentang arah pengaruh tersebut. Keterbatasan
penelitian ini adalah:
1. Variabel independen merupakan
indikator yang sangt luas untuk isu penelitian ini. Studi berikutnya diharapkan
akan memasukkan variabel lainnya sebagai indikator yang lebih baik untuk
mengukur akuntabilitas dan manajemen
resiko dan memasukkan faktor tambahan yang memengaruhi proses keputusan
auditor.
2. Penggunaan rumah sakit dan universitas
sebagai representatif sektor swasta dan entitas publik mengurangi validitas
eksternal penelitian ini. Kewaspadaan harus dilatih dalam memperluas kesimpulan
dari beberapa sektor.
CRITICAL REVIEW
David H. Sinason
(2000)
A Study of The
Effects of Accountabilitiy and Engagement Risk on Auditor Materiality Decisions
in Public Sector Audits
Komentar
Posting Komentar